Sabtu : 18 September 2021

Aktivitas Gunung-gunung Berapi Indonesia Meningkat, Ribuan Orang Mengungsi

Pihak berwenang Indonesia sedang memantau beberapa gunung berapi setelah sensor mendeteksi peningkatan aktivitas dalam beberapa pekan terakhir, dan mendorong evakuasi ribuan orang.

Abu panas berjatuhan sejauh 3.000 meter sepanjang lereng-lereng Gunung Semeru, Selasa (1/12) pagi, memicu kepanikan di antara penduduk desa, kata Raditya Jati, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Abu dan belerang juga jatuh menyelimuti beberapa desa di sekitar lereng-lerengnya.

Gunung setinggi 3.676 meter di Kabupaten Lumajang itu adalah gunung berapi tertinggi di pulau Jawa.

Letusan Gunung Semeru terlihat di Lumajang, Provinsi Jawa Timur, 1 Desember 2020. (Foto: Antara/Seno via Reuters)
Letusan Gunung Semeru terlihat di Lumajang, Provinsi Jawa Timur, 1 Desember 2020. (Foto: Antara/Seno via Reuters)

Jati mengatakan pihak berwenang masih berusaha mengevakuasi sekitar 550 orang yang tinggal di lereng gunung. Tidak ada laporan cedera atau kerusakan serius, katanya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia tidak menaikkan status siaga Semeru, yang sudah berada di tingkat tertinggi ketiga sejak meletus pada Mei lalu. Penduduk desa dan turis disarankan untuk tidak berada dalam radius 4 kilometer dari kawah, kata badan itu.

Letusan Selasa terjadi dua hari setelah Gunung Ili Lewotolok melontarkan awan panas setinggi 4.000 meter ke udara. Lebih dari 4.600 orang dievakuasi dari lereng gunung yang terletak di Pulau Lembata di Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

Badan vulkanologi menaikkan kewaspadaan Ili Lewotolok ke level tertinggi kedua pada Minggu (29/11) setelah sensor mendeteksi adanya peningkatan aktivitas. Gunung setinggi 1.423 meter itu telah bergemuruh sejak Oktober 2017. Kementerian Perhubungan mengatakan peringatan penerbangan dikeluarkan setelah letusan terjadi, dan bandara setempat ditutup karena hujan abu di banyak wilayah di pulau itu.

Di bagian lain pulau Jawa, pihak berwenang telah mengevakuasi lebih dari 1.800 orang yang tinggal di lereng subur Gunung Merapi yang bergejolak sejak awal November menyusul peningkatan aktivitas vulkanik.

Pemerintah daerah di Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta memantau secara seksama gunung tersebut setelah Badan Geologi menaikkan kewaspadaan Merapi ke tingkat tertinggi kedua dan orang-orang disarankan untuk tidak berada dalam radius 5 kilometer dari kawah.

Gunung Merapi memuntahkan abu yang terlihat dari desa Kali Tengah di Sleman, dekat Yogyakarta 15 November 2010. Gunung Merapi, di pinggiran kota Yogyakarta di Jawa Tengah. (Foto: REUTERS/Sigit Pamungkas)
Gunung Merapi memuntahkan abu yang terlihat dari desa Kali Tengah di Sleman, dekat Yogyakarta 15 November 2010. Gunung Merapi, di pinggiran kota Yogyakarta di Jawa Tengah. (Foto: REUTERS/Sigit Pamungkas)

Gunung setinggi 2.968 meter berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Sekitar seperempat juta orang tinggal dalam radius 10 kilometer dari gunung berapi itu.

Merapi memuntahkan abu dan gas panas setinggi 6 kilometer ke udara pada bulan Juni, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan. Letusan besar terakhirnya yang terjadi tahun 2010 menewaskan 347 orang dan menyebabkan evakuasi 20 ribu warga desa.

Pihak berwenang di Provinsi Sumatera Utara juga memantau Gunung Sinabung setelah sensor mendeteksi adanya peningkatan aktivitas sejak Agustus. Penduduk desa disarankan untuk tidak berada dalam radius 5 kilometer dari kawah dan mewaspadai bahaya lahar. [ab/lt]