Sabtu : 21 Mei 2022

Kecelakaan Maut, Persimpangan Muara Rapak Balikpapan Kembali Makan Korban

21 Januari 2022 - by kanallima.com - Leave a Comment
IMG-20220121-WA0010
BALIKPAPAN , kanallima.com– 
Kembali korban nyawa terenggut di persimpangan Lampu Lalu Lintas Muara Rapak, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim)
 
Pagi, sekitar pukul 06.15 Wita, sebuah truk merah bermuatan kontainer mengalami rem blong dan menghantam beberapa pengendara yang sedang berhenti di lampu merah. Korban pun berjatuhan, Jumat (21/1/2022). Ini tragedi yang ke sekian kalinya.
 
Masih segar dalam ingatan keluarga korban dengan peristiwa pada 1 April 2009 silam, di mana ada tiga korban jiwa melayang saat sebuah truk pengangkut semen  menghantam deretan mobil dan motor yang sedang berhenti, tiga orang tewas di tempat dan delapan lainnya mengalami luka serius.
 
Tiga korban tewas kala itu adalah Deni Lestriana dan anaknya Anisa yang masih berusia tiga tahun, warga Jalan Inpres II RT 23, Balikpapan Utara. Saat kejadian ibu dan anak ini sedang dibonceng suaminya, yang hanya mengalami luka-luka. Satu lagi korban bernama Eko Nurhuda, warga Jalan Somber, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan.
 
Tabrakan beruntun ini terjadi ketika truk Nissan Diesel melaju dari arah Kota Samarinda memasuki Balikpapan. Ketika tiba di jalan menurun di kawasan Simpang Lima Lampu Merah Muara Rapak, truk yang dikemudikan Santoso tiba-tiba remnya tak berfungsi. Sehingga sopir tak bisa mengendalikan laju kendaraan, langsung menabrak sebuah mobil, satu angkutan kota, serta tiga kendaraan roda dua.
 
Tragedi-tragedi maut di persimpangan Lampu Merah Muara Rapak memang sudah seharusnya disikapi lebih serius. Beberapa tahun silam sudah diwacanakan membangun jalan layang. Namun hingga detik ini wacana tersebut seakan angin lalu. Sementara pejabat di pemerintahan terus berganti. 
 
Pagi Jumat, 21 Januari 2022, tragedi maut kembali terulang dengan memakan korban cukup banyak. Tentunya ini mengingatkan kembali akan wacana jalan layang, yang (mungkin) akan dapat meredam peristiwa serupa di masa mendatang.
Dari pantauan media di lapangan sejumlah sukarelawan mengevakuasi korban.
Sementara kabar kejadian beredar dengan  cepat melalui media sosial utmanya melalui WA dan media online. (Tun)
berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *