Sabtu : 24 September 2022

Terkait Perwali Simpang Rapak Kota Balikpapan Pada RDP, ini Kata Komisi III DPRD Kota Balikpapan

3 Februari 2022 - by kanallima.com - Leave a Comment
IMG-20220203-WA0000 (2)
BALIKPAPAN , kanallima.com– 
Pembangunan Depo di kawasan Kilometer 13, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) disampaikan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan saat Rapat
Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Rabu (2/2/2022).
 
Sedangkan pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan yang diwakili Rahmatullah, Kepala Bidang (Kabid) PPK/PPTK DPU Kota Balikpapan melontarkan keinginan untuk melakukan pelebaran jalan sisi kiri Simpang Empat Lampu Merah Muara Rapak, Balikpapan Utara.
 
Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri kepada awak media, usai memimpin RDP.
 
“Dishub berkeinginan membangun Depo pemberhentian kendaraan berat roda 10 hingga 12 di Kilometer 13 dengan perkiraan dana sebesar 100 miliar,” jelas Alwi.
 
Depo dimaksud, adalah tempat penumpukan kontainer. “Selanjutnya barang-barang tersebut diestafetkan dengan kendaraan yang lebih kecil saat memasuki kota. Memang akan terjadi pembengkakan biaya angkut.”
 
Namun, pembangunan Depo merupakan salah satu alternatif, agar tragedi kecelakaan beruntun di Lampu Merah Muara Rapak yang terjadi pada Jumat (21/1/2022) dengan korban jiwa 4 orang, tak kembali terulang.
 
RDP yang berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan tersebut membahas terkait aturan jam operasional mobil besar (roda 10 hingga 12) dan program kelanjutan Simpang Muara Rapak bersama Dishub, DPU, Camat Balikpapan dan Lurah Muara Rapak.
 
“Sedangkan pihak PU ingin melakukan pelebaran sisi kiri jalan menjadi 8 meter. Tapi karena lahan kiri itu milik Pertamina, maka harus mendapat izin dari Pertamina. Tapi kami rasa Pertamina tidak akan keberatan, karena ini semua demi keselamatan bersama ke depannya,” imbuh Alwi.
 
Politikus Partai Golongan Karya itu menegaskan, tragedi yang terjadi pada Jumat, 21 Januari 2022 adalah yang terakhir, jangan sampai terulang kembali. “Semoga musibah pada tanggal 21 Januari lalu itu adalah yang terakhir terjadi di simpang Muara Rapak,” pungkasnya. (Tun)
berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *