Jumat : 23 September 2022

KEBERADAAN INDUSTRI HULU MIGAS MENJADI BERKAH BAGI BANGSA DAN NEGARA

11 Agustus 2022 - by kanallima.com - Leave a Comment
202012200153-main.cropped_1608404046

photo :istimewa

Balikpapan (Kanallima, 11/8).  Sumber daya minyak dan gas bumi (migas) Indonesia sudah dieksploitasi lebih dari 125  tahun. Berawal dari ditemukannya sumur minyak bumi pertama di Desa Telaga Said Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang mulai berproduksi pada 15 Juni 1885. Sejak saat itu milyaran barel migas telah mengalir setiap tahunnya, yang menjadi sumber pendapatan bagi negara, juga sebagai motor penggerak perekonomian nasional setiap tahunnya.

 Sejak dimulainya industrialisasi migas modern pada pertengahan abad ke-19. Industri migas telah memainkan peran dominan bagi pertumbuhan ekonomi diberbagai belahan dunia. Sejak itulah keberadaan industri hulu migas menjadi berkah bagi bangsa dan negara. 

Berkah yang pertama kali dapat dirasakan adalah dampak dari pengembangan wilayah di mana kegiatan hulu migas itu  berada. Daerah di mana industri hulu migas itu beroperasi yang mendapatkan porsi utama dari berkembangnya daerah itu. Peningkatan sarana dan prasarana pendukung industri migas dirasakan langsung bagi daerah di mana industri migas itu berlangsung. Dampak yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat adalah dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah industri hulu migas itu berada.

Kontribusi produksi gas nasional saat ini mencapai 60% terhadap porsi produksi migas total. Kondisi ini diproyeksikan akan terus meningkat mencapai 70% pada tahun 2020 dan 86 % pada tahun 2050 mengingat potensi gas bumi yang lebih besar dibandingkan dengan minyak bumi nasional. Laporan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tahun 2015, menunjukan realisasi produksi migas Indonesia sebesar 2,24 juta barel minyak ekuivalen perhari (MMboepd). Pencapaian tersebut diperoleh dari produksi minyak dan kondensat rata-rata 786 ribu barel perhari (Mbopd), sementara produksi gas sebesar 8,113 juta kaki kubik perhari (MMscfd) (esdm.go.id).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan rasa syukurnya karena ditengah situasi perekonomian  nasional yang belum pulih serta masih terkendalanya operasional hulu  migas akibat pandemik Covid -19 industri hulu migas tetap mampu memberikan penerimaan   negara yang optimal dan menjadi katalisator bagi pembangunan nasional dan menjaga keberlanjutan usaha industri  penunjang nasional. Penerimaan negara mencapai Rp. 140 triliun (#skkmigas_kalsul)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan ukuran dari nilai tambah yang timbul akibat adanya  berbagai aktifitas ekonomi dalam suatu region. Data PDRB menggambarkan kemampuan suatu proses produksi. Oleh karena itu besar dan struktur PDRB sangat tergantung kepada sumber daya alam   dan faktor produksinya

Youngquist (1999) melakukan penelitian untuk menguji bagaimana sektor migas berperan terhadap perekonomian  dan tingkat ketergantungan  Negara tersebut terhadap hasil migas. Youngquist menyimpulkan bahwa perekonomian Negara-Negara yang memiliki sumber daya alam  migas yang berlimpah cenderung tergantung kepada hasil migas. Youngquist mengemukakan bahwa negara yang penerimaanya didominasi dari migas umumnya memiliki pertumbuhan penduduk yang pesat. Youngquist berkeyakinan bahwa hingga saat ini hasil migas dan peran sektor migas  dalam menopang perekonomian negara atau daerah penghasil migas tidak tergantikan (esdm.go.id)

Terbukanya lapangan perkerjaan yang luas dan masih besar, Industri migas telah menciptakan lapangan kerja yang besar dengan penyerapan tenaga kerja lokal yang dominan, peningkatan upah, pertumbuhan usaha dan pengembangan ekonomi.

Keberadaan Industri hulu migas juga berdampak kepada meningkatnya prasana pendidikan  dan kesehatan, kualitas tenaga pendidik dan kesehatan dan pemberdayaan pendidikan dan kesehatan yang dilakukan KKKS terhadap masyarakat disekitar.

Disamping itu daerah dimana industri hulu migas itu berada juga masih mendapatkan program CSR (corporate social responsibility)  yang merupakan  tanggung jawab sosial perusahaan  kepada masyarakat yang berada dilingkungan disekitar perusahaan. Seperti yang baru ini dilakukan SKK Migas dan Petro China yang memberikan bantuan dalam program CSR dengan memberikan bantuan literasi perpustakaan di Kabupaten Tanjung Jabung  Barat  dan Timur dan  yang akan direaliasikan dengan terus bisa membangun perpustakaan di daerah dimana industri hulu migas itu berada (#visibersamahulumigas2030)

Berkah lainnya adalah berkembangnya sarana parasarana seperti kualitas transportasi dengan semakin baiknya sarana jalan, sarana tranportasi dan pengembangan hasil produk, jaringan telekomunikasi dan kemudahan akses.

Berkembangnya daearah yang terdampak dari keberadaan industri hulu migas baik dibidang ekonomi, prasarana dan sarana, kesehatan dan pendidikan, menjadi berkah bagi bangsa dan negara (SUHARTONO)

berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *