Selasa : 18 Januari 2022

Komitmen SKK Migas Perwakilan Kalsul Dalam Program Migas 2021 Di Era Pandemi Covid-19

24 Desember 2021 - by kanallima.com - Leave a Comment
IMG-20211224-WA0003
BALIKPAPAN, kanallima.com- (24/12)
SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) kembali gelar Jumpa Pers dengan sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan online dengan menerapkan protokol kesehatan (antigen) di LE Batakan Balikpapan Timur, Rabu (23/12/2021).
 
Acara bertajuk Jumpa Pers Akhir Tahun ini beragendakan paparan, Vaksinasi Covid-19 Pekerja Hulu Migas Kalsul 2021, Capaian Hulu Migas Kalsul 2021, Proyek Hulu Migas Kalsul 2021, dan Realisasi Program Pengembangan Masyarakat (PPM)
 
Hadir dalam acara tersebut, Kepala  SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi Azhari Idris, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Kalsul  Roy Widhiarta, Kepala Departemen Humas SKK Migas Kalsul Wisnu Wardana, Jajaran Staff SKK Migas Kalsul, Wartawan media cetak, elektronik & online.
 
Pada sambutannya,Azhari Idris mengatakan berterima kasih pada para wartawan atas kehadirannya dalam acara jumpa pers yang kerap dilakukan oleh SKK Migas Kalsul bersama sejumlah wartawan baik media cetak, elektronik maupun online.
 
Dikatakan Azhari, SKK Migas dalam mengelola Migas di Kalsul tidak terlepas dari peran media terutama dalam menyampiakan informasi ke masyarakat terkait kegiatan eksploitasi ataupun eksplorasi Migas. Dalam rangka memenuhi harapan Negara dalam menyediakan bahan bakar minyak dan gas nasional.
 
Selain itu dalam kaitan kondisi pandemi covid-19, SKK Migas Kalsul telah berkontribusi terhadap kegiatan vaksinasi nasional, diantaranya dengan mengadakan program vaksinasi terhadap pekerja Hulu Migas Kalsul.
“Kami melaksanakan program vaksinasi terhadap pekerja Hulu Migas Kalsul. Total dosis vaksin di wilayah Kalsul sebanyak 24.168 dosis satu dan dua,” ungkap Azhari Idris. “Untuk se-Kalimantan, Kaltim mendapat porsi terbanyak sekira 84 persen, sejumlah 20.256 dosis vaksin,” tambahnya.
 
Sedangkan untuk wilayah kerja Migas secara nasional terdapat sejumlah 180 WK, salah satunya,  54 WK di Kalsul. Secara nasional WK terbagi dalam, 12 Kab/Kota penghasil Minyak, 10 Kab/Kota penghasil gas, 1 Provinsi penghasil Minyak, dan 1 Provinsi penghasil gas.
 
Hal di atas dikatakan, Roy Widhiarta, selaku Kepala Departemen Operasi SKK Migas Kalsul. Sementara untuk capaian lifting migas Kalsul Januari-Nopember 2021 dengan target APBN 74.015 terealisasi 96% yakni, 71.414 (untuk minyak mentah+kondesat) sedangkan untuk gas bumi dengan target APBN 1.570 terealisasi 106% yakni; 1.666.
 
Lebih jauh Roy menjelaskan bahwa kontribusi lifting minyak+kondesat Kaltim sebesar 54.023 BOPD (76%) dari lifting minyak Kalsul sebesar 71.414 BOPD. Sedangkan untuk lifting gas bumi Kaltim sebesar 1.153 MMscfd (69%) dari lifting gas bumi Kalsul 1.666 MMscfd.
“Untuk pengeboran eksplorasi Kalsul sampai November 2021oleh KKKS dengan rencana sejumlah 13 dan ini baru direalisasikan sejumlah 5 dari outlook sejumlah 13,” ujar Roy.
 
“Sedangkan untuk pengeboran pengembangan Kalsul hingga November 2021 oleh KKKS dengan rencana sejumlah 181 telah terealisasi sejumlah 115 dari outlook 160, Untuk workover Kalsul dengan rencana jumlah 403 terealisasi 271 dari outlook 403,” papar Roy.
Sedangkan untuk proyek yang dikembangkan SKK Migas Kalsul per 17 Desember 2021 sejumlah 7 proyek, salah satunya proyek PPRL Kinanti yang merealisasikan 20 Desember 2021 sejumlah 374 BPOD.
 
Pada acara yang sama, Kepala Departemen Humas SKK Migas Kalsul, Wisnu Wardana memaparkan tentang Realisasi Pengembangan Masyarakat (PPM). Di antaranya realisasi anggraran per bidang PPM di Januari- Desember 2020 dengan rencana 217 program dan terealisasi 203 program (94%) yakni bidang : lingkungan (94%), bencana alam (72%), studi (70%), pendidikan (69%), kesehatan (82%), ekonomi (88%) dan infrasturktur (83%).
 
Dengan lanjut Wisnu mengatakan program PPM tersebut diprioritaskan di bidang kesehatan dan ekonomi karena kondisi pandemi covid-19. Setelah selang berjalan hampir 2 tahun pandemi pihaknya tetap berkontribusi terhadap masyarakat sekitar. Dan untuk 2021 PPM terealisasi 107 program (42%) dari rencana 254 program dengan rincian bidang : lingkungan (47%), bencana alam (60%), studi (28%), pendidikan (37%), kesehatan (37%), ekonomi (41%) dan infrasturktur (50%).
 
“Pihak kami tetap berkomitment dengan program yang sedang berjalan dalam membantu masyarakat dengan bidang yang lebih mengedepankan PPM atau CSR. Sesuai kondisi pandemi maka dipioritaskan bidang kesehatan dan ekonomi,” pungkas Wisnu. (Yun)
 
berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *